Metodologi Kanban
Metodologi Kanban (dalam terjemahan dari bahasa Jepang "papan iklan, papan tanda") mendorong realisasi produk yang sedang dikembangkan dalam tenggat waktu yang ditentukan oleh klien, sementara beban kerja didistribusikan secara merata di antara semua anggota proyek.
Penerapan Kanban memastikan transparansi alur kerja, karena semua tugas yang masuk dan telah diselesaikan ditampilkan dengan jelas di papan khusus - fisik (papan dengan stiker) atau virtual (Trello).
Metodologi Kanban mencakup prinsip-prinsip berikut:
- Alur kerja didasarkan pada metode pengembangan yang sudah ada, yang dapat ditingkatkan dan diubah sesuai dengan tugas yang diberikan.
- Semua perubahan penting dalam proyek terjadi berdasarkan kesepakatan yang direncanakan sebelumnya di antara anggota tim.
- Semua anggota tim harus menghormati tatanan, peran, dan tanggung jawab masing-masing yang ada.
- Inisiatif semua anggota tim harus didorong.
Lihat juga
-
metodologi
SCRUM,
yang digunakan untuk manajemen proyek yang lincah -
metodologi
XP,
yang digunakan untuk meningkatkan secara ekstrem semua praktik pengembangan -
metodologi
Cobit,
yang digunakan untuk mengembangkan standar dalam bidang audit dan manajemen IT -
metodologi
Agile,
yang digunakan untuk manajemen proyek yang lincah -
teknik pengembangan
TDD,
yang digunakan untuk manajemen proyek yang lincah