Metodologi PRINCE2
Metodologi PRINCE2 (PRojects IN Controlled Environments, Proyek dalam Lingkungan Terkendali) menggunakan model kaskade untuk membentuk tahapan alur kerja dalam sebuah proyek. Metodologi ini dikembangkan oleh pemerintah Inggris khusus untuk mengimplementasikan proyek-proyek berskala besar di bidang IT, yang pada gilirannya terkait dengan proyek-proyek pemasaran tradisional. Namun perlu diperhatikan bahwa penerapan PRINCE2 pada tim dan proyek kecil memiliki kekurangan yang signifikan - alur kerja akan menjadi lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama, daripada yang seharusnya diperlukan.
Alur kerja dengan menggunakan metodologi PRINCE2 berdasarkan pada tahapan-tahapan berikut:
- Dimulainya proyek.
- Pengelolaan proyek.
- Inisiasi proyek.
- Pengendalian atas proyek.
- Pengelolaan penyerahan produk.
- Pengelolaan batas-batas tahapan.
- Penutupan proyek.
Lihat juga
-
metodologi
SCRUM,
yang diterapkan untuk pengelolaan proyek yang lincah -
metodologi
Kanban,
yang diterapkan untuk merealisasikan proyek tepat waktu -
metodologi
XP,
yang diterapkan untuk peningkatan ekstrem semua praktik pengembangan -
konsep
RAD,
yang diterapkan untuk pengembangan produk dengan persyaratan yang tidak pasti -
metodologi
Agile,
yang diterapkan untuk pengelolaan proyek yang lincah -
teknik pengembangan
TDD,
yang diterapkan untuk pengelolaan proyek yang lincah