17 of 59 menu

Konsep RAD

Konsep RAD (Rapid application development, Pengembangan Aplikasi Cepat) mendorong pengembangan produk yang cepat dalam kondisi persyaratan yang tidak pasti terhadapnya, serta batasan waktu dan anggaran.

Implementasi konsep RAD dilakukan dengan menerapkan alat teknis yang sesuai untuk produk tertentu dan terus-menerus memperjelas semua persyaratan dari klien serta melibatkannya untuk menilai tahap-tahap kesiapan produk yang bersifat sementara.

Konsep RAD didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:

  • Semua alat teknis harus mendorong meminimalkan waktu pengembangan produk.
  • Fokus sepenuhnya pada persyaratan klien, yang diajukan untuk produk yang sedang dikembangkan.
  • Penggunaan prototipe produk untuk memperjelas spesifikasi teknis kepada klien.
  • Pengembangan produk harus bersifat siklikal, yaitu setiap versi baru dibuat setelah klien menilai versi sebelumnya.
  • Mengurangi waktu pengembangan produk dengan menggunakan modul yang sudah jadi sebelumnya dan menambahkan fungsionalitas.
  • Kerja sama erat antar anggota tim, di mana setiap pengembang harus siap untuk secara simultan melakukan beberapa tugas.
  • Tugas utama manajemen proyek haruslah meminimalkan durasi siklus pengembangan.

Pengerjaan proyek dengan menggunakan konsep RAD mencakup tahapan:

  1. Perencanaan, di mana semua anggota tim mendiskusikan spesifikasi teknis untuk produk yang akan diimplementasikan, tugas-tugas yang akan datang dan kesulitan yang mungkin timbul kemudian. Setelah perencanaan selesai, manajer proyek harus memberikan izin untuk melanjutkan pekerjaan.
  2. Perancangan Pengguna mengimplikasikan interaksi pengguna dengan analis untuk selanjutnya memperjelas persyaratan terhadap produk.
  3. Konstruksi - tahap di mana pengembangan utama proyek terjadi.
  4. Peralihan mengimplikasikan pengujian produk dan penilaiannya oleh pengguna akhir.

Lihat juga

  • metodologi RUP,
    yang merupakan basis pengetahuan dengan sistem pencarian
  • metodologi PMBOK,
    yang diterapkan untuk pendekatan terstruktur dalam menjalankan proyek
  • metodologi PRINCE2,
    yang diterapkan untuk menghasilkan standar implementasi proyek berskala besar di IT
  • rekomendasi ITIL,
    yang menentukan standar untuk menggabungkan IT dengan strategi bisnis
  • metodologi Agile,
    yang diterapkan untuk manajemen proyek yang luwes
Indonesia
AfrikaansAzərbaycanБългарскиবাংলাБеларускаяČeštinaDanskDeutschΕλληνικάEnglishEspañolEestiSuomiFrançaisहिन्दीMagyarՀայերենItaliano日本語ქართულიҚазақ한국어КыргызчаLietuviųLatviešuМакедонскиMelayuမြန်မာNederlandsNorskPolskiPortuguêsRomânăРусскийසිංහලSlovenčinaSlovenščinaShqipСрпскиSrpskiSvenskaKiswahiliТоҷикӣไทยTürkmenTürkçeЎзбекOʻzbekTiếng Việt
Kami menggunakan cookie untuk operasi situs, analitik, dan personalisasi. Pemrosesan data dilakukan sesuai dengan Kebijakan Privasi.
terima semua atur tolak