Pola Desain
Pola desain merupakan contoh atau teladan solusi yang tepat untuk suatu masalah umum dalam pengembangan perangkat lunak.
Keuntungan menggunakan pola desain adalah pengurangan kompleksitas alur kerja, karena waktu penulisan kode menjadi lebih singkat. Semua pola sudah memiliki nama yang telah ditentukan sebelumnya, yang juga mempermudah interaksi antar pengembang.
Di antara kekurangannya dapat dicatat bahwa pengembang menjadi tergoda untuk menerapkan pola yang dipilih, meskipun tidak semua fungsinya dibutuhkan untuk produk yang sedang diimplementasikan.
Ada tipe-tipe utama pola desain:
- Pola delegasi (Delegation pattern) mentransfer tanggung jawab untuk menjalankan perilakunya sendiri ke objek terkait.
- Desain fungsional (Functional design) menyediakan fungsi spesifik untuk setiap modul, yang dijalankan dengan efek samping minimal terhadap modul lainnya.
- Antarmuka yang tidak dapat diubah (Immutable interface) membuat objek yang tidak dapat diubah.
- Antarmuka (Interface) menyediakan struktur untuk program agar mudah dipahami.
- Antarmuka penanda (Marker interface) digunakan untuk menandai ada atau tidak adanya implementasi suatu atribut atau anotasi.
- Wadah properti (Property container) menambahkan properti tambahan ke dalam wadah internal kelas alih-alih hanya memperluas kelas dengan properti baru.
- Saluran peristiwa (Event channel) membuat saluran tempat pesan mengalir dalam pola penerbit - pelanggan. Untuk tujuan ini, dalam pola ini ada objek perwakilan, yang bukan penerbit maupun pelanggan, melainkan hanya menyediakan koneksi di antara mereka.
Lihat juga
-
pola antipola,
yang mendefinisikan solusi yang salah untuk suatu masalah -
seperangkat konsep Paradigma Pemrograman,
yang mendefinisikan pendekatan terhadap pemrograman -
teknik
planning-poker,
yang dirancang untuk memperkirakan volume dan kompleksitas tugas -
diagram pembakaran tugas,
yang digunakan untuk representasi grafis volume pekerjaan