⊗ppPmUFLO 204 of 447 menu

Operator Logika Tanpa if dalam Fungsi PHP

Misalkan kita memiliki fungsi dengan if. Berikut fungsinya:

<?php function func($a, $b) { if ($a > $b) { return true; } else { return false; } } ?>

Seperti yang sudah Anda ketahui dari pelajaran sebelumnya, konstruksi if yang mengembalikan nilai boolean, dapat ditulis ulang dalam bentuk yang disingkat.

Mari kita lakukan ini:

<?php function func($a, $b) { return $a > $b; } ?>

Diberikan fungsi berikut:

<?php function func($a, $b) { if ($a === $b) { return true; } else { return false; } } ?>

Tulis ulang kodenya dalam bentuk singkat sesuai dengan teori yang telah dipelajari.

Diberikan fungsi berikut:

<?php function func($a, $b) { if ($a !== $b) { return true; } else { return false; } } ?>

Tulis ulang kodenya dalam bentuk singkat sesuai dengan teori yang telah dipelajari.

Diberikan fungsi berikut:

<?php function func($a, $b) { if ($a + $b >= 10) { return true; } else { return false; } } ?>

Tulis ulang kodenya dalam bentuk singkat sesuai dengan teori yang telah dipelajari.

Diberikan fungsi berikut:

<?php function func($num) { if ($num >= 0) { return true; } else { return false; } } ?>

Tulis ulang kodenya dalam bentuk singkat sesuai dengan teori yang telah dipelajari.

Indonesia
AfrikaansAzərbaycanБългарскиবাংলাБеларускаяČeštinaDanskDeutschΕλληνικάEnglishEspañolEestiSuomiFrançaisहिन्दीMagyarՀայերենItaliano日本語ქართულიҚазақ한국어КыргызчаLietuviųLatviešuМакедонскиMelayuမြန်မာNederlandsNorskPolskiPortuguêsRomânăРусскийසිංහලSlovenčinaSlovenščinaShqipСрпскиSrpskiSvenskaKiswahiliТоҷикӣไทยTürkmenTürkçeЎзбекOʻzbekTiếng Việt
Kami menggunakan cookie untuk operasi situs, analitik, dan personalisasi. Pemrosesan data dilakukan sesuai dengan Kebijakan Privasi.
terima semua atur tolak