⊗ppMVUFmInr 1 of 35 menu

Pendekatan MVC untuk Pengembangan Situs Web di PHP

Ketika kita mengembangkan situs web, kita menulis kode HTML dan PHP dalam file yang sama, mencampur bahasa-bahasa ini antara satu sama lain. Jika proyeknya kecil, maka tidak ada yang salah dengan hal ini. Tetapi jika proyeknya mulai tumbuh, maka setelah beberapa waktu proyek tersebut akan menjadi cukup sulit untuk dikelola karena percampuran bahasa. Seiring waktu, proyek akan menjadi semakin besar, kode menjadi semakin rumit, dan Anda akan kesulitan untuk mengelolanya.

Untuk mengatasi masalah seperti itu, diciptakan sebuah pendekatan khusus yang disebut MVC. Singkatan ini diuraikan sebagai berikut: M - Model (model), V - View (view), C - Controller (controller). Dalam hal ini model bertanggung jawab untuk mengambil data, view - untuk menampilkan data tersebut di layar dalam bentuk yang diinginkan, dan controller mewakili hubungan antara model dan view.

Semua framework PHP dibuat berdasarkan MVC. Framework adalah template proyek, yang menyederhanakan pengembangan situs web oleh programmer PHP, membebaskannya dari banyak operasi rutin. Selain itu, framework adalah seperangkat aturan yang harus diikuti dalam pengembangan. Mengikuti aturan-aturan ini memberikan struktur yang jelas pada proyek, memastikan kemudahan dalam memelihara kode yang dibuat, dan juga memungkinkan untuk dengan mudah menambahkan orang baru ke dalam proyek. Salah satu aturan tersebut adalah pendekatan MVC.

Indonesia
AfrikaansAzərbaycanБългарскиবাংলাБеларускаяČeštinaDanskDeutschΕλληνικάEnglishEspañolEestiSuomiFrançaisहिन्दीMagyarՀայերենItaliano日本語ქართულიҚазақ한국어КыргызчаLietuviųLatviešuМакедонскиMelayuမြန်မာNederlandsNorskPolskiPortuguêsRomânăРусскийසිංහලSlovenčinaSlovenščinaShqipСрпскиSrpskiSvenskaKiswahiliТоҷикӣไทยTürkmenTürkçeЎзбекOʻzbekTiếng Việt
Kami menggunakan cookie untuk operasi situs, analitik, dan personalisasi. Pemrosesan data dilakukan sesuai dengan Kebijakan Privasi.
terima semua atur tolak