⊗jsPmCdBrO 130 of 505 menu

Opsionalitas break dalam Konstruksi switch-case di JavaScript

Perintah break dalam konstruksi switch-case tidak bersifat wajib. Jika tidak ada break setelah eksekusi case yang dimaksud, maka semua case di bawahnya juga akan dieksekusi.

Mari kita lihat contohnya:

let num = 1; // misalkan angka di sini adalah 1 switch (num) { case 1: console.log(1); // ini akan berjalan case 2: console.log(2); // ini juga akan berjalan case 3: console.log(3); // ini juga akan berjalan }

Ubah nilai variabel:

let num = 2; // misalkan angka di sini adalah 2 switch (num) { case 1: console.log(1); case 2: console.log(2); // ini akan berjalan case 3: console.log(3); // ini juga akan berjalan }

Ubah nilai variabel:

let num = 3; // misalkan angka di sini adalah 3 switch (num) { case 1: console.log(1); case 2: console.log(2); case 3: console.log(3); // ini akan berjalan }

Terkadang fitur seperti ini digunakan, dalam menyelesaikan masalah. Lihat contoh:

let num = 1; let res; switch (num) { case 1: case 2: res = 'a'; break; case 3: res = 'b'; break; } console.log(res);

Namun, lebih jelas untuk menyelesaikan masalah seperti ini dengan if:

let num = 1; let res; if (num == 1 || num == 2) { res = 'a'; } if (num == 3) { res = 'b'; } console.log(res);
Indonesia
AfrikaansAzərbaycanБългарскиবাংলাБеларускаяČeštinaDanskDeutschΕλληνικάEnglishEspañolEestiSuomiFrançaisहिन्दीMagyarՀայերենItaliano日本語ქართულიҚазақ한국어КыргызчаLietuviųLatviešuМакедонскиMelayuမြန်မာNederlandsNorskPolskiPortuguêsRomânăРусскийසිංහලSlovenčinaSlovenščinaShqipСрпскиSrpskiSvenskaKiswahiliТоҷикӣไทยTürkmenTürkçeЎзбекOʻzbekTiếng Việt
Kami menggunakan cookie untuk operasi situs, analitik, dan personalisasi. Pemrosesan data dilakukan sesuai dengan Kebijakan Privasi.
terima semua atur tolak